Selasa, 09 Maret 2010

Metode Pelatihan

Metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Ini berarti, metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan.[1] Dengan demikian, metode pelatihan adalah cara atau teknik bagaimana sebuah program pelatihan yang telah dirancang dilaksanakan dengan baik. Menurut Anwar Prabu Mangkunegara, beberapa metode yang dapat digunakan dalam pelaksanaan training adalah sebagai berikut: [2]

1) Metode On the Job Training.

Metode ini merupakan pelatihan yang diberikan oleh atasan langsung pegawai atau oleh pelatih khusus sambil melaksanakan pekerjaannya. Pegawai mempelajari pekerjaanya dengan mengamati pegawai lain yang sedang bekerja dan kemudian mengobservasi perilakunya. Aspek-aspek lain dari on the job training adalah lebih formal dalam format pegawai senior memberikan contoh cara mengerjakan pekerjaan dan pegawai baru memperhatikannya.

Fungsi metode on the job training antara lain supervisor mampu menarik simpati pegawai peserta pelatihan. Oleh karena itu, supervisor harus terlatih dan memadai. Metode ini sangat tepat untuk mengerjakan skill yang dapat dipelajari dalam beberapa hari atau beberapa minggu. Hanya saja peserta pelatihan dalam metode on the job training harus dilakukan pada waktu yang sama dan untuk pekerjaan yang sama pula. On the job training sangat tepat pula digunakan untuk pelatihan semi skill, seperti pekerjakan klerek, sales atau pramuniaga. Manfaat dari metode on the job training adalah peserta belajar dengan perlengkapan yang nyata dan dalam lingkungan pekerjaan yang jelas.

2) Metode Vestibule atau Balai

Suatu vestibule adalah suatu ruangan isolasi atau terpisah yang digunakan untuk tempat pelatihan bagi pegawai baru yang akan menduduki suatu pekerjaan. Metode vestibule merupakan metode pelatihan yang sangat cocok untuk banyak peserta (pegawai baru) yang dilatih dengan jenis pekerjaan yang sama dalam waktu yang sama. Pelaksanaan metode vestibule biasanya dilakukan dalam waktu beberapa hari sampai beberapa bulan dengan pengawasan instruktur, misalnya pelatihan pekerjaan pengetikan klerek, operator mesin.

3) Metode Demonstrasi

Metode demonstrasi merupakan metode pelatihan yang sangat efektif karena lebih mudah menunjukkan kepada peserta cara mengerjakan suatu tugas. Suatu demonstrasi menunjukkan dan merencanakan bagaimana suatu pekerjaan atau bagaimana sesuatu itu dikerjakan. Metode demonstrasi melibatkan penguraian dan memeragakan sesuatu melalui contoh-contoh. Metode ini sangat mudah bagi manajer dalam mengajarkan pegawai baru mengenai aktivitas nyata melalui suatu tahap perencanaan dari ”bagaimana dan apa sebabnya” pegawai mengerjakan pekerjaan yang ia kerjakan.

4) Metode Simulasi

Adalah suatu situasi atau peristiwa menciptakan bentuk realitas atau imitasi dari realitas. Simulasi itu merupakan pelengkap sebagai teknik duplikat yang mendekati kondisi nyata pada pekerjaan. Metode simulasi yang populer adalah permainan bisnis (bussiness games). Metode simulasi ini merupakan metode pelatihan yang sangat mahal, tetapi sangat bermanfaat dan diperlukan dalam pelatihan.

5) Metode Apprenticeship

Metode training appenticeship adalah suatu cara menegmbangkan keterampilan (skill) pengrajin atau pertukangan. Metode ini didasarkan pula pada on the job training dengan memberikan petunjuk-petunjuk cara pengerjaannya. Metode apprenticeship tidak mempunyai standar format. Pegawai peserta mendapatkan bimbingan umum dan dapat langsung mengerjakan pekerjaannya.

6) Metode Ruang Kelas

Metode ruang kelas merupakan metode training yang dilakukan di dalam kelas walaupun dapat dilakukan di area pekerjaan. Aspek-aspek tertentu dari semua pekerjaan lebih mudah dipelajari dalam ruang kelas daripada on the job. Teristimewa hal tersebut benar jika falsafah, konsep-konsep, sikap, teori-teori, dan kemampuan memecahkan masalah harus dipelajari. Metode ruang kelas adalah kuliah, konferensi, studi kasus, bermain peran, dan pengajaran berprogram (programmed instruction).

a) Metode kuliah

Kuliah merupakan suatu ceramah yang disampaikan secara lisan untuk tujuan–tujuan pendidikan. Perkuliahan telah menjadi tradisi yang digunakan sebagai metode pengajaran ruang kelas di akademi dan universitas. Keuntungan metode kuliah adalah dapat digunakan untuk kelompok besar sehingga biaya peserta menjadi rendah dan dapat menyajikan banyak bahan pengetahuan dalam waktu yang relatif singkat, sedangkan kelemahannya, peserta lebih bersikap pasif, komunikasi hanya satu arah, sehingga tidak terjadi umpan balik dari peserta. Kuliah cenderung untuk menekankan ingatan fakta-fakta dan gambar-gambar saja. Dengan demikian, kuliah kurang menekankan pengaplikasian pengetahuan. Oleh karena itu metode kuliah harus dikombinasikan dengan metode lainnya seperti diskusi dan tanya jawab.

b) Metode konferensi

Konferensi merupakan suatu pertemuan formal tempat terjadinya diskusi atau konsultasi tentang sesuatu yang penting. Konferensi menekankan adanya diskusi kelompok kecil, materi pelajaran yang terorganisasi dan melibatkan peserta aktif. Pada metode konferensi, belajar didasarkan melalui partisipasi lisan dan interaksi antar peserta atau anggota peserta. Peserta dianjurkan untuk memberikan gagasan-gagasan untuk didiskusikan, dievaluasi dan mungkin pula dapat diubah oleh pendapat atau pandangan-pandangan dari peserta lainnya. Pada konferensi, jumlah peserta sekitar 15 sampai 20 orang. Metode ini sangat berguna untuk pengembangan pengertian-pengertian dan pembentukan sikap-sikap baru. Adapun kelemahannya metode ini adalah terbatasnya peserta pada kelompok kecil, sehingga biaya relatif menjadi lebih besar.

c) Metode studi kasus

Studi kasus adalah uraian tertulis atau lisan tentang masalah yang ada atau keadaan selama waktu tertentu yang nyata maupun secara hipotesis. Pada metode studi kasus, peserta diminta untuk mengidentifikasi masalah-masalah dan merekomendasi pemecahan masalah. Metode ini menghendaki belajar melalui perbuatan, dengan maksud meningkatkan pemikiran analisis dan kemampuan memecahkan masalah. Metode studi kasus ini berfungsi pula sebagai pengintegrasian pengetahuan yang diperoleh dari sejumlah fondasi disiplin.

d) Metode bermain peran

Peran merupakan suatu bentuk perilaku yang diharapkan. Peserta diberitahukan mengenai suatu kesan dan peran yang harus mereka mainkan. Selama bermain peran, dua orang atau lebih peserta diberikan bagian-bagian untuk bermain sebelum kelompok beristirahat. Bagian-bagian itu dikarakteristikan, tetapi tidak melibatkan memori atau ingatan. Peran peserta adalah menjelaskan situasi dan masing-masing peran mereka yang harus mereka perankan dalam konteks hipotesis tersebut. Sesudah beberapa waktu untuk perencanaan pendahuluan, situsi itu kemudian diperankan oleh peserta-peserta. Bermain peran terutama digunakan untuk memberi kesempatan kepada peserta untuk mempelajari keterampilan berhubungan antara manusia melalui praktik, mengembangkan pemahaman mengenai pengaruh perilaku mereka pada peserta lainnya. Manfaat metode bermain peran adalah pertama, belajar melalui perbuatan. kedua, Menekankan sensivitas manusia dan interaksinya. Ketiga, hasil pengetahuan segera diperoleh dan keempat, menimbulkan minta dan terlibatan tinggi.

e) Bimbingan berencana (programmed instruction)

Metode bimbingan berencana terdiri dari serangkaian langkah yang berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan suatu pekerjaan atau sekelompok pelaksana pekerjaan. Metode bimbingan berencana meliputi langkah-langkah yang telah diatur terlebih dahulu mengenai prosedur yang berhubungan dengan penguasaan keterampilan khusus atau pengetahuan umum. Bimbingan berencana dapat dilakukan dengan menggunakan buku, pedoman (manual), dan mesin petunjuk pengajaran (teaching machine).

Manfaat metode bimbingan berencana adalah: pertama, peserta belajar dengan cara mereka sendiri. Kedua, materi yang dipelajari dibagi-bagi ke dalam satuan-satuan kecil, sehingga mudah dapat diserap dan diingat oleh peserta. Ketiga, adanya umpan balik langsung. Keempat, adanya partisipasi peserta secara aktif. Kelima, perbedaan antara peserta dapat diperhatikan, dan keenam, pelatihan dapat diselenggarakan kapan saja dan dimana saja.

Adapun kelemahan metode bimbingan berencana antara lain: pertama, kedudukan pengajaran bersifat impersonal. Kedua, fakta kemajuan, belajar tidak terjadi sampai informasi pendahuluan dipelajari. Ketiga, hanya materi pelajaran yang nyata yang dapat diprogramkan. Keempat, falsafah dan konsep sikap yang berhubungan dengan keterampilan motorik tidak dapat diajarkan melalui metode bimbingan berencana. Kelima, biaya yang diperlukan sangat besar.

Metode training yang telah disusun dinilai sudah tepat bagi pengajar untuk menyampaikan materi training kepada peserta, namun metode tersebut belum tentu cocok bagi peserta yang mengikuti training. Karena alasan itulah kita harus mengkonfirmasi kecocokan metode training yang digunakan kepada peserta.

Andrew E. Sikula menambahkan bahwa ”Learning methods should be varied. Variety should be introduced to offset fatigue and boredom”. (Metode-metode belajar harus bervariasi, untuk mencegah timbulnya kelelahan dan kebosanan)[3]

Strategi atau metode adalah komponen yang juga mempunyai fungsi yang sangat menentukan. Keberhasilan pencapaian tujuan sangat ditentukan oleh komponen ini. Bagaimanapun lengkap dan jelasnya komponen lain, tanpa dapat diimplementasikan melalui strategi yang tepat, maka komponen-komponen tersebut tidak akan memiliki makna dalam proses pencapaian tujuan. Oleh karena itu setiap instruktur perlu memahami secara baik peran dan fungsi metode dan strategi dalam pelaksanaan proses pembelajaran.

Berdasarkan pemaparan di atas, yang menjadi indikator dari dimensi ini adalah seberapa jauh peserta merespon bahwa metode training yang digunakan telah tepat digunakan untuk training yang diikutinya.


[1] Achmad S. Ruky. op.cit. hal. 246

[2] A. A. Anwar Prabu Mangkunegara. op.cit. hal. 62-63.

[3] Ibid hal. 57

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar